Minggu, 15 April 2012

Bagaimana Pesawat Mengurangi Kecepatannya saat Landing?

Pernahkah anda membayangkan tentang bagaimana pesawat mengurangkan kecepatannya pada kecepatan sekitar 200 knot atau sekitar 300-400 km/jam? Nah, di postingan ini anda akan mengetahui bagaimana pesawat melambat pada kecepatan tinggi dan hanya tersedia jarak 3.000 - 4.000 meter. Pilot pesawat terbang tidak sama dengan supir bus, taksi, tukang ojek, atau bajaj yang hanya menekan pedal rem dan menarik rem tangan. Ternyata, pesawat mempunyai beberapa tahapan untuk melambat.

1. Spoiler
Pertama, pilot akan menggunakan spoiler yang terdapat pada bagian atas sayap pesawat. Spoiler berguna sebagai airbrake (gaya hambat udara) untuk mengurangi daya dorong dan daya angkat pesawat, walaupun hanya terjadi sebagian perubahan pada kecepatan pesawat. Bagaimana jika pilot hanya menggunakan spoiler sebagai rem pesawat? Pastinya pesawat akan melaju sampai berkilo-kilometer dari batas akhir runway (landas pacu).

Spoiler pada Airbus A320-232



2. Flap
Sebelumnya saya akan menjelaskan dahulu, apa itu flap? Flap atau biasa disebut sirip sayap adalah permukaan yang dapat dinaik turunkan yang terdapat di tepi belakang sayap pesawat. Pada saat pilot menurunkan flap maka kecepatan pesawat akan turun drastis (stall). Ukuran flap pada pesawat komersil biasanya lebih besar daripada spoiler dan gunanya juga sebagai gaya hambat udara (airbrake).

Berbagai jenis flap :
1. Plain Flap : Jenis ini biasa digunakan pada pesawat kecil/capung dan merupakan penggunaa jenis flap yang sederhana dan biasanya digunakan untuk pengereman saat pendaratan. Pada Plain Flap seluruh bagian flap diturunkan maksimal untuk dapat memperlambat dengan cepat.

2. Split Flap : Pada Split Flap hanya bagian bawah flap yang diturunkan, sedangkan bagian atas tetap normal. Metode flap jenis ini ditemukan oleh Orville Wright dan James M. H Jacob pada tahun 1920. Flap seperti ini biasanya ditemukan pada pesawat Douglas DC-3 & C-47.

3. Fowler Flap : Jenis flap ini banyak ditemukan pada pesawat komersil/penumpang. Fowler Flap hampir sama dengan Plain Flap tetapi Fowler Flap memberi sedikit celah sebagai lewat udara (airflow). Jenis flap ini ditemukan pertama kali oleh Harlan D. Fowler pada tahun 1924.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis flap, karena terlalu banyak saya tidak menjelaskan satu persatu. Kalau mau baca selengkapnya kunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/Flap_(aircraft)

Flap pada pesawat Airbus A380

Berbagai jenis flap


3. Landing Gear
Tahukah kamu apa landing gear itu? Landing gear atau dalam bahasa Indonesia roda pesawat adalah bagian pesawat yang digunakan saat take off ataupun landing. Pada saat pesawat meninggalkan tanah/runway, pilot akan memasukkan landing gear ke dalam ruang landing gear. Apa gunanya? Gunanya adalah untuk mengurangi gaya hambat udara saat pesawat berada di langit pada kecepatan tinggi dan juga untuk mengurangi kerusakan pada landing gear saat melawan terpaan angin yang sangat kencang. Pada saat pesawat mau mendarat, barulah landing gear diturunkan yang gunanya untuk mengurangi sedikit kecepatan pesawat dan alas untuk mendarat pada saat touch down (menyentuh tanah). Selain untuk alas mendarat, landing gear juga dimanfaatkan sebagai gaya gesek terhadap landas pacu (drag). Sudah jelas, bukan? Dengan adanya landing gear akan ada gaya hambat udara sekaligus gaya gesek terhadap landas pacu.


Landing gear belakang pada Boeing 777
Landing gear bagian depan (nosewheel)


4. Reverse Thrust
Bagian pengereman ini menggunakan mesin jet pesawat. Bagaimana cara kerjanya? Mesin jet pesawat (thrust) memiliki daya dorong ke belakang untuk meningkatkan kecepatan pesawat, tetapi pada bagian ini mesin jet pesawat akan mengubah daya dorong sehingga angin dari mesin jet akan terdorong ke depan pesawat. Sudah pasti, jika angin yang super besar ini atau disebut juga jet blast, didorong ke depan akan mengurangi laju pesawat.


Reverse Thrust saat pendaratan
Bagian terbuka pada thrust saat udara dibalikkan
 
5. Autobrake
Ini merupakan bagian pengereman terakhir yang terdapat pada landing gear. Proses pengereman ini menggunakan rem hidrolik atau hampir sama dengan pengereman pada mobil biasa. Autobrake hanya digunakan saat kecepatan pesawat sudah lambat, jika autobrake digunakan saat touch down sudah pasti kanvas akan terbakar dan bisa-bisa pesawat tergelincir. Autobrake biasa digunakan saat landing ataupun take off.


Penggunaan autobrake pada Airbus A330



Tidak terbayang bukan? Bagaimana sulitnya pengereman pesawat jika dibandingkan dengan kendaraan lain. Sungguh tidak terbayang jika pilot pesawat digantikan dengan supir bajaj yang sudah berpengalaman sekalipun. Sudah pasti pesawat akan nylonong melawati batas runway.


Ada sedikit tambahan nih!
Untuk pendaratan pesawat besar, pesawat militer, dan pesawat ulang alik menggunakan bagian berikut :


Parasut
Selain digunakan untuk terjun payung, ternyata parasut juga digunakan pada pengereman pesawat. Mengapa pengereman menggunakan parasut jarang digunakan pada pesawat komersial? Penjelasannya begini : pada saat parasut dikeluarkan dan terbentang sempurna parasut akan membuat efek kejut yang sangat besar. Karena kecepatan pesawat yang tinggi menurun drastis. Sehingga parasut hanya digunakan pada pesawat militer, pesawat ulang alik, dan pesawat besar yang tidak dapat melambatkan kecepatannya pada jarak tertentu.

Parasut pada pesawat bomber, B-52H Stratofortress

Eurofighter EF-2000 Typhoon menggunakan parasut

Pesawat ulang alik "Discovery" menggunakan parasut



Kabel Pengait
Kabel pengait ini khusus digunakan pada pendaratan di kapal pengangkut pesawat (aircraft carrier) yang memiliki landas pacu yang pendek. Cara pengereman ini cukup sederhana, pertama pesawat akan mengeluarkan sebatang logam pengait sebelum landing di aircraft carrier, kemudian logam pengait itu akan menyangkut pada kabel pengait yang terbentang di dek penerbangan.

F/A-18 Hornet menggunakan kabel pengait


Jaring Penahan
Alat pengereman ini juga digunakan pada aircraft carrier, tetapi pada saat pendaratan darurat. Apa saja? Pendaratan darurat itu seperti pesawat mengalami kerusakan dan tidak dapat mengurang kecepatannya. Sebelum pesawat mendekat dek penerbangan, petugas dek penerbangan akan membentangkan jaring penahan yang terbuat dari tambang yang sangat kuat. Kemudian pesawat akan menabrak jaring penahan itu tanpa menabrak pesawat lain atau nyebur ke laut.

Jaring penahan pada USS Ronald Reagan (CVN 76)
   










SEMOGA ARTIKEL INI MENJADI PENGETAHUAN BAGI ANDA

Sumber gambar : http://www.airliners.net dan http://en.wikipedia.org

Reaksi:

3 komentar:

  1. tekhnisi pesawat ya gan..?

    BalasHapus
  2. @jempol
    Hehehe....
    Terima kasih kunjungan balasannya!

    ---------------Pijar---------------

    BalasHapus
  3. blog ini sangat membantu saya :)

    bisakah anda membantu pekerjaan saya .
    yg di maksud dg ACM apa yaaa

    BalasHapus

Jangan menggunakan kata-kata yang kasar, tidak sopan, menyinggung SARA, ataupun yang mengandung spam!

-Pijar-